Home Hukrim Jaksa Kejari Dumai Tuntut Terdakwa Ahuat Pidana MATI Terbukti Perantara Peredaran Sabu...

Jaksa Kejari Dumai Tuntut Terdakwa Ahuat Pidana MATI Terbukti Perantara Peredaran Sabu 14 Kg Lebih

29
0

DUMAI, RiaunetNews.com – Terbukti sebagai perantara peredaran narkotika jenis sabu dari Malaysia dengan Barang Bukti (BB) melebihi 5 gram atau seberat 14,896,92 gram, akhirnya terdakwa Ahuat, Warga Rupat, dituntut dengan hukuman Pidana MATI.

Tuntutan pidana mati untuk terdakwa Ahuat ini disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari), Dumai, Muhammad Wildan Awaljon Putra SH, saat berkas tuntutan dibacakan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Dumai, dengan majelis hakim, Abdul Wahab SH, sebagai hakim ketua, Liberty Oktavianus Sitorus SH dan Alfarobi SH, sebagai hakim anggota, Rabu (16/11/2022).

Dalam berkas tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Wildan Awaljon Putra, yang akrab disapa pak Wildan, menyatakan kalau terdakwa Ahuat telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum telah melakukan tindak pidana “tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan 1 bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram”.

Perbuatan terdakwa perkara nomor : 268/Pid.Sus/2022/PN.Dum, diatur dan diancam pidana pada Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan Primair  penuntut umum, karenanya atas perbuatannya, terdakwa Ahuat dijatuhkan pidana MATI.

Sebagaimana dalam berkas dakwaan JPU Wildan, BB dalam perkara Ahuat yakni sebanyak 15 (lima belas) bungkus plastik berwarna hijau narkotika jenis sabu yang disimpan didalam tas bewarna merah hitam dan ditempatkan/dibungkus didalam kardus berwarna coklat sebanyak 14,896,92 (empat belas ribu koma delapan ratus Sembilan puluh enam koma Sembilan puluh dua) gram.

Bahwa pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2022 sekira pukul 11.30 WIB  atau pada suatu waktu dalam bulan Maret 2022, bertempat di Pelabuhan Roro, Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai Riau, terdakwa Ahuat sedang berada di bus travel usai bertolak dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Atas informasi diperoleh, anggota Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri memeriksa dan mengamankan BB sabu yang dijemput terdakwa Ahuat dari perbatasan Indonesia – Malaysia.

Atas penangkapan tersebut, terdakwa bersama barang bukti diserahkan ke Ditresnarkoba Polda Riau hingga ke Kejari Dumai dan bergulir ke persidangan di PN Dumai menerima tuntutan dari JPU Kejari Dumai dengan tuntutan hukuman Pidana MATI atas konsekuensi perbuatan terdakwa.***